Wednesday, October 30, 2019

Fintech




Moms mungkin ada yang ikut menyimak berita heboh tentang fintech belakangan ini. Apa sebenarnya fintech itu? Fintech singkatan dari Financial Technologi yaitu istilah yang digunakan untuk menggambarkan penggunaan teknologi keuangan yang inovatif dan kreatif untuk merancang dan memberikan produk dan layanan keuangan secara efisien.


Fintech sangat populer di kalangan media atau yang aktif di bidang teknologi. Perusahaan start up juga menggunakan fintech ketika berurusan dengan keuangan baik transfer atau yang lainnya. Jadi, bisa dibilang fintech sendiri merupakan penggabungan antara teknologi dan sistem keuangan.
Namun, pesatnya pertumbuhan dan manfaat fintech tersebut diiringi pula oleh munculnya banyak Fintech ilegal, yang tidak terdaftar resmi di OJK dan meresahkan karena menggunakan cara penagihan yang tidak sesuai ketentuan.
Muncul kasus – kasus Fintech ilegal yang menimbulkan aduan serius ke lembaga konsumen YLKI. Bahkan ada yang sampai berupa pemerasan,serem ya moms. Aduan terutama menyangkut collection dan tingkat bunga.

Kehadiran pinjaman online Fintech sangat positif karena menawarkan cara pinjam meminjam yang lebih mudah dan cepat dengan dukungan teknologi digital. Akses masyarakat dengan kredit menjadi lebih terbuka dengan Fintech.
Tetapi, disisi lain sifat teknologi digital yang borderless, membuat banyak muncul Fintech ilegal yang meresahkan masyarakat.
Kehadiran pinjaman online yang legal dengan alamat kantor jelas, website bisa diakses, email ada, dan no telepon call center bisa dikontak, penting buat perlindungan konsumen.

Menurut situs resmi OJK, sampai dengan 30 September 2019, total jumlah penyelenggara fintech terdaftar dan berizin adalah sebanyak 127 perusahaan. Untuk lebih lanjut bisa kunjungi situs resmi OJK 

Menurut Otoritas jasa keuangan (OJK) layanan perusahaan teknologi keuangan di kelompokkan menjadi dua kategory:
  1. Fintech 2.0 yaitu layanan keuangan teknologi yang dioperasikan oleh lembaga keuangan seperti Bank mandiri online yang merupakan produk dari Bank Mandiri.
  2. Fintech 3.0 yaitu layanan keuangan teknologi (startup) yang memiliki produk dan jasa keuangan.
Sementara menurut FBS (Financial Stability Board), Mengelompokkan Fintech berdasarkan jenis inovasi kedalam 4 kelompok yaitu:
  1. Payment, Clearing dan S
Fintech jenis ini memberikan layanan sistem pembayaran yang dilakukan oleh perbankan maupun seperti yang dilakukan oleh Bank Indonesia seperti Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) hingga BI scripless Securities Settlement System (BI-SSSS). Contohnya, Kartuku, Doku,iPaymu, Xendit dll.
  1. E-aggregator
E-aggregator adalah perusahaan teknologi keuangan yang mengumpulkan serta mengelola data yang dapat dimanfaatkan oleh konsumen guna membantu dalam mengambil sebuah keputusan. Contoh dari perusahaan ini seperti cekaja, cermati, kreditgogo, dll
  1. Peer to peer lending (P2P)
P2P adalah perusahaan technology yang mempertemukan antara si pemberi pinjaman dengan pencari pinjaman dalam satu platform. Pemberi pinjaman (investor) akan mendapat keuntungan berupa bunga dari dana yang dipinjamkan. Contohnya adalah Investree, Modalku, Amartha, KoinWork dll.
  1. Manajemer Resiko Dan Investasi
Merupakan perancanaan dalam bentuk digital, melalui fintech ini dapat membantu konsumen dalam perancaan keuangan serta platform e-trading dan e-insurance. Contoh dari perusahaan ini adalah Cekpremi, Bareksa, dll


Jadi moms, nggak semua fintech itu negatif namun bisa memberikan manfaat juga. Namun jangan lupa untuk cek dan ricek sebelum memutuskan memilih suatu fintech.

No comments: